Aku dan 3 orang temanku lainnya tuh emang sedang PKN di Industri Sandang Nasional, PATAL LAWANG. Hanya selama satu bulan bro, mulai 1 februari sampai 25 februari, ehm singkat bangaet deh. Setelah semua urusan administrasi selesai maka selanjutnya adalah mengurusi tempat tinggal di dekat pabrik. Kenapa kami memutuskan kos, karena kalauy sampai terlambat masuk pagi maka di usir sama satpamnya. Ya ampyun kejem banget seehh, ngak kebayang kalau aku misalnya terlambat, bisa-bisa kejadiannya seperti ini:
“hai kamu sudah jam berapa ini” kata satpam ituh
“jam delapan pak?”jawabku
“tidak tahu ya perataurannya masuk jam setengah delapan,”kata satpam itu dengan nada keras sehingga membuatku hampir kencing di elana hiiiyekkk.
“tapi pak rumah saya jauh,” jawabku bikin alesan.
Ya daripada kejadiannya seperti itu apalagi fakta menyatakan bahwa aku memang masuk daftar mahasiswa yg telatan maka akhirnya diputuskan aku kos saja sama kayak teman-teman yg lain.
Dari empat orang yang PKN itu satunya berkelamin hermafrodit, eh maaf cewek ding. Yg cewek itu namanya happy, dia kos di rumah pak RT. Sementara tiga yg lain—termasuk aku tinggal di sebuah rumah kosong, yg ketika pertama kali masuk sana terasa angkernya, bulukudukku berdiri sampek hiii.
Dari kamar mandinya aku membayangkan ada sebuah tangan yang keluar berdarah-darh gitu, hiii. Dari westafelnya aku sempat membayangkan airnya berwarna merah darah..hiii, merinding buangetss. Dari dapurnya kubayangkan ada yang ngesotts mania gitu, ampuuun susterr bukan saya!.ah entahlah kenapa pikiranku aneh gini, tapi survey membuktikan bahwa aku memang penakut abis!!waduh *malu nih*.
Malam pertama di rumah ini kubermain dengan imajinasi-imajinasi horror di otakku. Menjelang malam kedua aku sudah mulai mengurangi imajinasi horror bin menakutkan itu, pergi ke laut aja loh suter ngesot! Gue ngak takut!!!camkan itu. Malam ini aku dan dua orang temanku nongkrong di warung depan rumah. Suami penjual warung itu juga kerja di PATAL. Di warung kami ngobrol ngalor-ngidul geje banget pokoknya deh. Apa loh ngak ngerti geje? Geje itu gak jelas!. Kami nongkrong di warung sambil nunggu happy datang dari rumah pak RT coz kita berempat berencana belanjan ke pasar lawang. Ya rencananya sih mulai besok mau masak sendiri. Sok-sok pinter masak gitu deh cin!
Happy yang ditunggu dari tadi akhirnya datang juga, dia tiba dengan sebiah cerita.
“tahu ngak kalau yang tinggal di rumah yg kalian tempatin itu, yg tinggal di situ sebelumnya meninggal dari menara listrik dan sekarang masih belum 40 harinya lho.” Ujar happy.
“apa,” teriakku dengan nada tinggi karena ketakutan abiss. Aku benar-benar merinding kali ini dan tak ingin rasanya masuk ke rumah itu lagi. Ihh takut pokoknya deh.
“happy cerita kayak gitu kok diceritain sih,” kata andry salah satu temanku.
Rencana pergi ke pasar lawang untuk belanja harus diawalai dengan ketakutan untuk mengambil motor dan helem di rumah.
Hayo kamu aja yg buka kuncinya,” ujarku pada andry
Zidny aja,” ujar andry sambil memberikan kuci pada zidny.
Akhirnya pintu rumah terbuka dan kami dengan merinding mengambil motor dan helem lalu berangkat ke pasar lawang. Ketika kami belnja telur, tempe, dan belanjaan yag lain masih saja ceritanya.
“kalau nanti dia menakuti kita giamana” atau “ gimana kalau kita pindah?”. Ah sudahlah yg jelas mala mini kami bertiga tidak berencana masuk rumah itu lagi. Setelah belanaj dan makan malam (tahu telor cing enak) kami pergi ke rumah pak RT, kami bercerita tentang ketakutan kami karena dapat berita dari happy, sedangkan happy dapet ceritanya dari buk RT. Malam kedua akhirnya tidur di rumah pak RT. Kami bertiga numpang di ruang TVnya. Selama di rumah pak RT itu kami memikirnkan untung rugi perihal mau pindahnya kami tetapi di sisi lain kami ngak pengen ketakutan selama sebulan. Aduhh kok gini sih cerita PKNku. Horror men.
Keesokan paginya rasa takut sudah mulai berkurang, kami kembali dengan sedikit rasa takut ke rumah. Kami mandi cepet-cepet ganti baju dan berangkat ngantor, hehe. Semangat!! Mulai hari ini kita harus hilangkan ketakutan kami, itu komitmen kami bertiga! Kita ngak mau pindah, kan kasian bapak yg punya rumah, masak mau diminta lagi biaya sewanya. Wah ternyata kita berhati mulia ya hehe *narsis tuh namanya*. Eh tapi kalau hantunya datang giamana? Oh tidakkk! Pada sore harinya bapak kos datang ke rumah membawa sebungkus keripik singkong, duh baiknya bapak ini..
Akhirnya kami mulai menikmati tinggal di sini, masak sendiri meski hanya tempe, telor, mie, dan sambel kecap rasanya uenak tenan. Jadi serasa Farah quin deh, lho kan farah quin cewek ya hehehe. Jadi siapa dong!
myfriends:## ehm seru nguping ceritamu
ngupingers:##hehe sip to
nb: By ngupingers a.k.a rangga primadasa on15:29 05.02.2010 for drarum black community &black in news (nguping kabar dari dunia lain yg gelap dan hitam seharunya judulnya gitu)


